Kamis, 02 Juli 2015

3 Juli 2015

Hari ini saya bersiap untuk kembali ke rumah, setelah beberapa hari ini menemani adik-adik kelas yang baru memasuki kehidupan yang akan mereka hadapi 3 tahun kedepan. sudah saatnya saya kembali menggeluti mimipi yang sudah berlumut mungkin, karena saking lamanya saya tinggalkan. akan saya siram, saya tumbuhkan, saya perjuangkan. walau memang hati masih sulit unutk memilih. tak ada salahnya unutk terus mencoba bukan? setidak kehidupan saya sekarang ini terasa lebih mempunyai arti

dan soal perempuan itu, ya, yang sudah menyusahkan hati saya dengan bayang-bayangnya selama 8 tahun ini sudah saatnya bagi saya untuk mengobatinya. rasa tersebut akan saya hadapi, tak akan lagi kabur seperti yang dulu-dulu. karena hidup memang perubahan, dan mungkin pula dia akan berubah 3-4 tahun lagi. haha, lagi-lagi saya masih mengharapkannya. saya memang belum dapat belajar jumawa untuk melerakan.  terlebih saya memendamnya unutk waktu yang cukup lama, mungkin.

setidaknya saya tidak ingin waktu saya yang terbatas di dunia ini dikacaukan oleh wanita seorang. bahkan saya sendiri tidak tahu apakah dia memiliki rasa pada saya atau tidak. bahkan saya sudah lihat sendiri, bagaimana ia berkasih-kasihan dengan kawan dekatnya itu walau hanya lewat layar komputer. setidaknya, saya memiliki sesuatu yang lebih musykil unutk saya laksanakan saat ini.

begitu pula hari-hari yang mendatang, sudah saatnya saya bangkit dan melawan. keterbatasan, ketidak mampuan, dan berbagaimacam bisang kekalahan lainnya dalam diri. mungkin ada baiknya bila saya utarakan kembali perkataan yang pernah diucapkan, ditulis, dan saya tempel di jidat unutk jadikan pedoman dalam menjalani hidup.

musuh terbesar adalah dirimu sendiri

yang tak lain adalah hawa nafsu yang selalu mengintai dari balik rongga mata. setidaknya perjuangan saya masih jauh unutk mencapai tujuan yang saya inginkan dan saya harapkan.

Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai ia merubah dirinya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar