Senin, 13 Juli 2015

14 Juli 2015

alhamdulillah, saya diberi kesempatan kembali unutk mengisi blog ini. Alhamdulillah, pembaca pun diberi keselamatan hingga dapat membaca blog ini. kalau ada yang kurang atau apa, bisa komen saja kok :) sepertinya saya juga merasa harus membuka diri kepada dunia luar. Mungkin karena memang sekarang adalah zamannya berkomunikasi lewat dunia maya ?

Hari - hari terakhir, saya memang menjauhi diri sedikit demi sedikit dari laptop. Mencoba unutk mengalihkan perhatian dengan membaca buku atau sejenisnya. Ini pun sebagai bagian dari terapi atas ketakutan saya yang sekarang masih saja tetap membayang. mungkin saudara-saudara punya usul lain ?

Hampir seminggu saya mencoba memusatkan diri untuk mendalami agama, walaupun semuanya kandas oleh ketakutan saya hanya dalam tempoh beberapa jam. Saya kini belajar Aqidah Islamiyyah, mecoba unutk lebih mengerti agama yang saya anut ini. Dan memang benar saya merasa mengenal agama dengan sudut pandang yang benar - benar berbeda. Tak lagi saya ingin imamah (mengikuti secara buta) pada hal-hal yang mendasar seperti Aqidah ini. Saya pun menertawai diri sendiri, jika selama ini saya belum mengenal apa itu islam, lantas apa dan untuk apa selama ini yang saya lakukan ? merasa semua tak lebih dari pepesan kosong belaka.

Di sisi lain saya menyadari bahwa Islam adalah agama yang terbuka bagi nalar dan logika. Iman itu penting dan memang harus didahulukan. Namun pendekatan dengan logika pun sebenarnya tak jadi soal karena islam memang agama yang kamil, agama yang sempurna. Bila ingin membahas hermenautika mungkin bisa di kesempatan lainm insyaallah akan dibahas. Alamat URLnya  insyaallah menyusul .

Setidaknya di persimpangan masa muda ini saya dapat menerka kembali apa-apa yang harus saya persiapkan. Semua terasa kembali ke titik nol, tepat sebelum saya memasuki jenjang SMA, dengan kondisi dan pandangan saya tentang dunia yang mulai berbeda.

Kamis, 02 Juli 2015

3 Juli 2015

Hari ini saya bersiap untuk kembali ke rumah, setelah beberapa hari ini menemani adik-adik kelas yang baru memasuki kehidupan yang akan mereka hadapi 3 tahun kedepan. sudah saatnya saya kembali menggeluti mimipi yang sudah berlumut mungkin, karena saking lamanya saya tinggalkan. akan saya siram, saya tumbuhkan, saya perjuangkan. walau memang hati masih sulit unutk memilih. tak ada salahnya unutk terus mencoba bukan? setidak kehidupan saya sekarang ini terasa lebih mempunyai arti

dan soal perempuan itu, ya, yang sudah menyusahkan hati saya dengan bayang-bayangnya selama 8 tahun ini sudah saatnya bagi saya untuk mengobatinya. rasa tersebut akan saya hadapi, tak akan lagi kabur seperti yang dulu-dulu. karena hidup memang perubahan, dan mungkin pula dia akan berubah 3-4 tahun lagi. haha, lagi-lagi saya masih mengharapkannya. saya memang belum dapat belajar jumawa untuk melerakan.  terlebih saya memendamnya unutk waktu yang cukup lama, mungkin.

setidaknya saya tidak ingin waktu saya yang terbatas di dunia ini dikacaukan oleh wanita seorang. bahkan saya sendiri tidak tahu apakah dia memiliki rasa pada saya atau tidak. bahkan saya sudah lihat sendiri, bagaimana ia berkasih-kasihan dengan kawan dekatnya itu walau hanya lewat layar komputer. setidaknya, saya memiliki sesuatu yang lebih musykil unutk saya laksanakan saat ini.

begitu pula hari-hari yang mendatang, sudah saatnya saya bangkit dan melawan. keterbatasan, ketidak mampuan, dan berbagaimacam bisang kekalahan lainnya dalam diri. mungkin ada baiknya bila saya utarakan kembali perkataan yang pernah diucapkan, ditulis, dan saya tempel di jidat unutk jadikan pedoman dalam menjalani hidup.

musuh terbesar adalah dirimu sendiri

yang tak lain adalah hawa nafsu yang selalu mengintai dari balik rongga mata. setidaknya perjuangan saya masih jauh unutk mencapai tujuan yang saya inginkan dan saya harapkan.

Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai ia merubah dirinya sendiri