alhamdulillah, saya diberi kesempatan kembali unutk mengisi blog ini. Alhamdulillah, pembaca pun diberi keselamatan hingga dapat membaca blog ini. kalau ada yang kurang atau apa, bisa komen saja kok :) sepertinya saya juga merasa harus membuka diri kepada dunia luar. Mungkin karena memang sekarang adalah zamannya berkomunikasi lewat dunia maya ?
Hari - hari terakhir, saya memang menjauhi diri sedikit demi sedikit dari laptop. Mencoba unutk mengalihkan perhatian dengan membaca buku atau sejenisnya. Ini pun sebagai bagian dari terapi atas ketakutan saya yang sekarang masih saja tetap membayang. mungkin saudara-saudara punya usul lain ?
Hampir seminggu saya mencoba memusatkan diri untuk mendalami agama, walaupun semuanya kandas oleh ketakutan saya hanya dalam tempoh beberapa jam. Saya kini belajar Aqidah Islamiyyah, mecoba unutk lebih mengerti agama yang saya anut ini. Dan memang benar saya merasa mengenal agama dengan sudut pandang yang benar - benar berbeda. Tak lagi saya ingin imamah (mengikuti secara buta) pada hal-hal yang mendasar seperti Aqidah ini. Saya pun menertawai diri sendiri, jika selama ini saya belum mengenal apa itu islam, lantas apa dan untuk apa selama ini yang saya lakukan ? merasa semua tak lebih dari pepesan kosong belaka.
Di sisi lain saya menyadari bahwa Islam adalah agama yang terbuka bagi nalar dan logika. Iman itu penting dan memang harus didahulukan. Namun pendekatan dengan logika pun sebenarnya tak jadi soal karena islam memang agama yang kamil, agama yang sempurna. Bila ingin membahas hermenautika mungkin bisa di kesempatan lainm insyaallah akan dibahas. Alamat URLnya insyaallah menyusul .
Setidaknya di persimpangan masa muda ini saya dapat menerka kembali apa-apa yang harus saya persiapkan. Semua terasa kembali ke titik nol, tepat sebelum saya memasuki jenjang SMA, dengan kondisi dan pandangan saya tentang dunia yang mulai berbeda.
Hari - hari terakhir, saya memang menjauhi diri sedikit demi sedikit dari laptop. Mencoba unutk mengalihkan perhatian dengan membaca buku atau sejenisnya. Ini pun sebagai bagian dari terapi atas ketakutan saya yang sekarang masih saja tetap membayang. mungkin saudara-saudara punya usul lain ?
Hampir seminggu saya mencoba memusatkan diri untuk mendalami agama, walaupun semuanya kandas oleh ketakutan saya hanya dalam tempoh beberapa jam. Saya kini belajar Aqidah Islamiyyah, mecoba unutk lebih mengerti agama yang saya anut ini. Dan memang benar saya merasa mengenal agama dengan sudut pandang yang benar - benar berbeda. Tak lagi saya ingin imamah (mengikuti secara buta) pada hal-hal yang mendasar seperti Aqidah ini. Saya pun menertawai diri sendiri, jika selama ini saya belum mengenal apa itu islam, lantas apa dan untuk apa selama ini yang saya lakukan ? merasa semua tak lebih dari pepesan kosong belaka.
Di sisi lain saya menyadari bahwa Islam adalah agama yang terbuka bagi nalar dan logika. Iman itu penting dan memang harus didahulukan. Namun pendekatan dengan logika pun sebenarnya tak jadi soal karena islam memang agama yang kamil, agama yang sempurna. Bila ingin membahas hermenautika mungkin bisa di kesempatan lainm insyaallah akan dibahas. Alamat URLnya insyaallah menyusul .
Setidaknya di persimpangan masa muda ini saya dapat menerka kembali apa-apa yang harus saya persiapkan. Semua terasa kembali ke titik nol, tepat sebelum saya memasuki jenjang SMA, dengan kondisi dan pandangan saya tentang dunia yang mulai berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar